Google

Monday, December 7, 2009

HAJI TAMATU

Sesekali yang diunggah bukan petunjuk atau pedoman haji, namun hanya sebuah dagelan atau tulisan jenaka tentang haji. Rupanya kritik singgah di buku ini, yakni sebuah krtik perilaku jamaah yang menggelikan, uniq menarik, dan kadang nyentrik. Kendati hanya tulisan pelipur lara, namun siar yang dikandungnya dapat mengantar pembaca ke surga. Sekitar 99 kupulan banyolan ini dikemas rapi, setidaknya meneladani siapa saja. Memang buku ini baik untuk siapa saja, calon haji atau yang purna haji. Tentunya tidak untuk hgaji yang sudah almarhum.

Saturday, November 28, 2009

99 TANYA JAWAB SEPUTAR UMRAH DAN HAJI

Buklet ini adalah bonus daru Majalah Noor, sebuah majalah yang terbit bulanan. Majalah ini memberikan bonus karena edisi terbit berdekatan dengan pemberangkatan haji. Yakni Edisi No 11/Nopember TH. VII/2009.
Dalam buklet ini model penyajiannya adalah tanya jawab. Hebat sekaligus uniq, Ratih Sanggarwati, dedengkot dunia mode ini, ternyata tidak hanya handal bermain diatas altar jalan pentas. Peragawati ini jadi "peraga haji", sungguh patut mendapat acungan ibu jari. Duga salah harus lunas dibabat, ternyata sang peragawati ini membuat kejut malaikat, mampu mengurai dan menjawat, persoalan-persoalan terkat bagaimana orang melakukan ibadat. Persoalan haji dari kacamata pandang peragawati tak kalah dibanding kiyai. Bedanya kiyai belum tentu bisa meragakan busana, tapi Ratih Sanggarwati telah mampu menoreh tulisan bagaimana umrah dan berhaji.

HAJI KEANEHAN DI TANAH SUCI

Ritual Haji ternyata menyimpan berbagai macam fenomena, mulai hal yang penuh misteri, perilaku yang aneh nan lucu, bahkan kejadian yang bukan semestinya muncul bak tamu yang tidak diharap dan datang.
Buku yang dikreasi Haji Sorasono ini telah naik cetak hingga tiga kali, semua misteri yang dianngap sebagai keanehan dikoleksi, baik pengalaman pribadi atau pengalaman teman ketika berhaji. Semua yang ditulis memiliki makna terdalam dan penuh arti. Kadang bisa difungsikan sebagai teladan kadang juga sebuah informasi.

HAJI IBADAH YANG UNIQ


MADINAH

Zuahiri Misrawi penulis buku ini rupanya tidak hanya mengulang sukses, namun ingin memaknai HARAMAIN. Tidak ingin jika dibelantika pustaka haji hanya menulis tentang Makkah, tetapi ingin melengkapi dengan menulis Madinah. Akhirnya buku ini menggenapi harapan semua harapan khalayak baca. Jika Makkah membentangkan hal ikhwal kota yang memiliki ikon "Ka'bah", maka Madinah akan menghadirkan seputar keunikan yang terkait dengan ikon Makam Rasullullah. Buku ini memandang kota Madinah dengan berbagai matra, mulai dari sisi sejarahnya yang uniq, tapi juga cermatan sosiologis Ternyata Madinah menyimpan sebuah referensi tentang bagaimana hidup beragam, bersanding dengan orang yang berbeda, bermasyarakat dengan ragam suku dan beda agama.

Sunday, November 15, 2009

MENJADI HAJI TANPA BERHAJI

Merupakan serial ke-24 Diskuai Tasawuf Modern, ini juga merupakan karya spektakuler Agus Mustofa. Produktivitasnya cukup membuat orang kagum, apalagi linier dengan kondisi masyarakat saat ini, yang sedang haus akan tulisan yang bercirasa tasawuf. Agus Mustofa sangat responsif pada keadaan ini. Kali ini menyuguhkan karya yang terkait dengan haji, tentunya dimensi tasawuf selalu mengalir di dalam lembar demi lembar buku ini.
Hedonisme haji terbentangkan, bahwa jamaah saat ini ingin dimanjakan, semuanya ingin enak, semuanya ingin disediakan, semuanya ingin didepan matanya. Sikap inilah yang membuat pelaksanaan ibdah jauh meninggalkan substansinya.
Sebenarnya karya karya lain yang senafas buku ini sangat banyak, seperti ceritera 'mabrur sebelum haji. Buku ini ternyata punya ceritera sendiri, tentunya digayutkan dengan kondisi kekinian.

Thursday, November 12, 2009

KIAT SEHAT BE5RHAJI DAN UMRAH

Buku sejenis ini banyak bertebaran, dan sudah banyak pula yang diunggah blog ini. Hadirnya buku ini memberitanda bahwa kesehatan adalah modal keberhasilan dalam menjalankan ibadah haji. Dua orang dokter berkolaborasi menghadirkan buku ini. Secara kebetulan penulisnya seorang dokter laki-laki, dan seorang dokter muslimah. Dan keduanya tergolong masih muda. Dengan kedua penulis ini, kiat-kiat yang diberikan terkategori cespleng. Ini disebabkan karena latar belakang jenis kelamin itu akan mewakilkjan kiat yang diberikan