Google ads

SILA CARI DI SINI

Google

Monday, January 7, 2013

JENDERAL POLISI JUJUR INI TOLAK NAIK HAJI DIONGKOSI KAPOLRI


HAJI TELADAN (diunggah agar meneladani kita semua)
Mantan Gubernur Sumatera Barat, Brigjen Polisi Kaharoeddin memberikan teladan soal menolak gratifikasi dan hadiah. Tak cuma menolak diberi rumah, Kaharoeddin juga menolak naik haji dibiayai Kapolri.

Ceritanya tahun 1967, Kaharoeddin didatangi oleh Brigjen Polisi Amir Machmud. Amir Machmud adalah keluarga sekaligus sahabat Kaharoeddin. Hubungan mereka sangat dekat sejak awal kemerdekaan. Amir yang merupakan junior Kaharoeddin ini kini menjadi jenderal polisi yang paling bersinar.

Brigjen Amir ditugasi Kapolri Jenderal Sutjipto Judodihardjo untuk menjemput Kaharoeddin ke Jakarta. Selanjutnya Kaharoeddin akan naik haji diongkosi Kapolri. Mungkin Kapolri saat itu sengaja menyuruh Amir yang menjemput karena tahu kedekatan mereka. Amir diharapkan mampu membujuk Kaharoeddin yang terkenal keras menolak semua gratifikasi, termasuk dari atasannya sendiri.

Maka tanggal 16 Agustus 1967, Amir datang ke kediaman Kaharoeddin di Jl Tan Malaka no 8, Kota Padang. Tapi walau suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan, Kaharoeddin menolak dengan halus permintaan Kapolri.

"Malu kalau naik haji diuruskan Kapolri," kata Kaharoeddin seperti dikutip dalam buku Brigadir Jenderal Polisi Kaharoeddin Datuk Rangkayo Basa, Gubernur di Tengah Pergolakan, terbitan Pustaka Sinar Harapan tahun 1998.

"Dia saklek kalau urusan seperti ini. Tak mau menerima pemberian apa pun," kata cucu Kaharoeddin, Aswil Nasir, saat berbincang dengan merdeka.com beberapa waktu lalu.

Lebaran tahun 1970, datang Bupati Tanah Datar Mahjoeddin Algamar dan Wali Kota Padang Achirul Jahja datang ke rumah Kaharoeddin. Mereka merayu dengan halus agar Kaharoeddin mau naik haji. Bagi para bupati itu, termasuk Bupati Pariaman M Noer, Kaharoeddin memang sudah dianggap ayah sendiri.

Kaharoeddin langsung memotong pembicaraan itu. "Jadi maksud kalian mau menggunakan uang negara untuk ongkos naik haji saya?" tanyanya tegas.

Buru-buru dua bupati itu menggeleng. "Bukan begitu bapak. Bapak jangan berpikiran seperti itu. Kami kan anak-anak bapak. Kami akan iuran agar bapak bisa naik haji," kata mereka.

Setelah lama dibujuk dan yakin uang ini merupakan uang halal, Kaharoeddin mau juga berangkat. Tapi masalah baru muncul, keluarga ingin agar Kaharoeddin naik haji bersama istrinya. Pasangan ini memang sama-sama berusia lanjut.

Tapi Kaharoeddin enggan meminta pada siapa pun. Demi ongkos naik haji istrinya, keluarga Kaharoeddin akhirnya menjual tanah milik mereka. Dengan itu Kaharoeddin mampu berhaji tahun 1971. Padahal dia menjadi Komandan Polisi Sumatera Tengah bertahun-tahun. Dia juga menjadi Gubernur Sumatera Barat selama tujuh tahun. Dia gubernur pertama Sumatera Barat,

Jika mau, enteng saja Kaharoeddin naik haji bersama keluarganya dengan biaya dinas. Atau malah mengkorupsi uang negara untuk naik haji atau umroh. Sudah rahasia umum, saat ini banyak sekali pejabat yang melakukan hal itu. Tapi Kaharoeddin tak mau. Dia tidak ingin jadi koruptor.
Reporter : Ramadhian Fadillah
Sumber :


Wednesday, January 2, 2013

KEMULIAAN HAJI


Haji adalah Rukun Islam yang kelima. Sebelum pergi menjalankan ibadah haji kita harus belajar syarat dan rukunnya, agar ibadah berjalan sempurna. Apa saja syarat dan rukun haji? Dan apa hukum haji itu? Jika kalian membaca buku ini tentu akan tahu jawabannya.
 
Judul
:
Kemuliaan Haji
No. ISBN
:
979-9246-13-X 
Penulis
:
K.H. D. Zawawi Imron 
Editor
:
Ir. Tuti Sumarningsih 
Penerbit
:
AKN  
Tahun Terbit
:
2005
Jumlah Halaman
:
36 hlm.
Ukuran
:
21 x 15 cm
Kertas
:
HVS 70gr
Cetakan
:
Duotone
Berat Buku
:
55 gram

Sunday, September 9, 2012

HAJI NGETENG

Kisah sebelum haji,....:
Berhaji membawa histori, dan histori akan mengisnpirasi. Itulah yang didapat membaca buku ini. Pasangan suami isteri yang berkerja keras dan kuat ibadaha akan berangkat jua ke Tanah Suci, dengan liku-liku perjalan. Memang benar jika niat sudah didapat berangkat pasti tak terhambat. Kisah haji ini menarik, karena berangkat tidak dari tanah airnya, tapi dari negeri tetangga' Thailland '.
Buku ini sejatinya adalah kumpulan catatan pribadi sebelum pergi haji,.....lalu judulnya kok "HAJI NEGETENG",...inilah yang menarik kita nikmati.

Wednesday, August 15, 2012

DUAS FOR HAJ AND UMRAH

Buku ini dibeli di Singapore, ketika kesempatan datang, biasanya langsung saya manfaatkan untuk hunting buku-buku. Saat ini kebetulan bersama anak dan isteri sedang belanja ke Mustafa Departement store. Lirik sana lirik sini akhirnya jumpa dengan buku Haji. Judulnya "Duas For Haj And Umrah". Cukup murah hanya $ 2.30 perbuku. Nama penerbit.  Kutup Khana Ishayat-Ul Islam 125, Sant, New Delhi-110065 (India)
[]

Friday, August 3, 2012

ORANG PAJAK NAIK HAJI

Kalau sering ada berita miring tentang pegawai pajak, kini ada berita yang bagus mengenai orang pajak. Berita bagus ini adalah sebuah kisah perjalanan orang pajak yang melakukan rukun kelima. Dalam buku ini menceritakan suka duka perjalanan haji.

PERGI HAJI DENGAN SEBONGGOL JAGUNG

Sebuah kisah berhaji yang dibiayai sebonggol jagung. Kisah semacam ini abanyak terjadi dengan berbagai versi. Kisah ini memberikan inspirasi kepada kita seraya memberikan keyakinan, bahwa siapa saja yang memiliki niatan yang kuat pada akhirnya sampai jua. Buku ini ditulis oleh Badiatul Roziqin. Dalam buku ini isinya tidak melulu masalah haji, namun kisah yang mampu meneladani adai di buku ini. Selamat menikmati,

Wednesday, August 1, 2012

MANASIK HAJI TAHUN 1969

Buku ini cukup berumur, terbit di tahun 1969, ketika itu model perjalanan Haji masih dituntun oleh seorang Sjech, belum seperti sekarang KBIH yang menjamur disetiap pojok  kota. Buku ini sangat membimbing, bahkan dibuku ini puoa dibentangkan cara berdialog dengan menggunakan bahasa Arab berdialek Mekah. Buku ini saya peroleh dari komunitas buku lawas Kota Malang, tepatnya Velodroom-Sawo jajar. Yang menarik ketika saya beli saya temukan kartu nama Sjech  Amien Djabir yang beralamat Jalan Rajawali 102 Surabaya. Semoga beliau masih Segar bugar. Dari temuan kartu nama ini, sekaligus juga menginformasikan bahwa pemilik buku ini adalah  Pak Salam yang beralamat di Jalan Pertukangan /2585 Malang.
Buku ini dikreasi oleh M. Said dan diterbitkan oleh Alma,Arief Bandung

ads